Rabu, 05 Maret 2014

Piala Dunia 2014


Pesta Sepakbola dunia akan kembali kita saksikan pertengahan tahun ini, Piala Dunia 2014 akan memanjakan para pecinta sepakbola, mulai dari aksi, drama, intrik, rekor baru akan menjadi bumbu yang memperkaya cita rasa Piala Dunia kali ini. Brazil yang kali ini berkesempatan menjadi tuan rumah menjadi unggulan utama untuk merengkuh juara dunia mereka yang ke 6, tak berlebihan bila Brazil menjadi calon terkuat menjadi kampiun di hajatan terbesar sepakbola ini, tak hanya keuntungan sebagai tuan rumah, namun Brazil sudah membuktikanya pada Piala Konfederasi tahun lalu dengan menjadi juara mengalahkan Juara bertahan Piala Dunia 2010 Spanyol.  Piala Konfederasi bisa menjadi ajang  pemanasan Piala Dunia bagi Brazil, dan Brazil sukses menggelarnya juga berhasil menjuarainya.


Berikut hasil undian group 32 Peserta Piala Dunia :


Berikut 12 Stadion yang akan di gunakan di Piala Dunia 2014
NOGAMBARSTADIONKAPASITASKOTA
1
Stadion Maracana
Estadio Mario Filho
(Maracana)
76.804Rio de Jeneiro
2
Estadio Nacional de Brasilia
Estadio Nacional de Brasilia
(Mane Garrincha)
70.064Brasilia
3
Arena Corinthians
Arena Corinthians65.807Sao Paulo
4
Estadio Placido Aderaldo Castelao
Estadio Placido Aderaldo Castelo
(Castelao)
64.846Fortaleza
5
Estadio Governador Magalhaes Pinto
Estadio Governador Magalhaes Pinto
(Mineirao)
62.160Belo Horizonte
6
Arena Professor Octavio Mangabeira
Arena Professor Octavio Mangabeira
(Arena Fonte Nova)
56.500Salvador
7
Estadio Jose Pinheiro Borda
Estadio Jose Pinheiro Borda
(Beira-Rio)
48.849Porto Alegre
8
Arena Pernambuco
Arena Pernambuco44.248Recife
9
Arena Pantanal
Arena Pantanal42.968Cuiaba
10
Vivaldo Lima
Vivaldo Lima
(Arena Amazonia)
42.374Manaus
11
Arena das Dunas
Arena das Dunas42.086Natal
12
Arena da Baixada
Arena da Baixada41.456Curitiba

Kejutan Sang Srigala


Kiprah AS Roma musim ini bisa di bilang cukup mengejutkan banyak pecinta sepakbola, tak terkecuali untuk para fans nya yang sering di sebut Romanisti, Mengawali musim 2013/2014 dengan 10 kemenangan beruntun dan hanya kebobolan 2 goal sontak membuat tim ini di gadang-gadang menjadi salah satu pemburu Scudetto musim ini, padahal management AS Roma sendiri hanya menargetkam lolos ke kompetisi eropa musim ini, atau minimal masuk 5 besar klasemen.

Kedatangan punggawa baru berpengalaman di bursa transfer musim panas seperti Morgan De Sanctis dan Douglas Maicon. Di tambah lagi rising star asal Belanda Kevin Strootman, juga nama-nama lain seperti Gervinho, Mehdi Benatia seakan melengkapi puzzle yang hilang dari AS Roma di musim sebelumnya. Sosok Rudi Garcia pun yang tidak memiliki nama besar di sebut-sebut sebagai pengaruh terbesar dalam kemajuan tim saat ini. Pelatih asal perancis tersebut meneruskan pakem formasi 4-3-3 seperti apa yang di lakukan pelatih sebelumnya Dzenek Zeman, bedanya gaya bermain Garcia lebih rapih dan memiliki bek yang kuat, lain hal nya dengan era Zemanlandia dimana tim frontal menyerang dan sering melupakan pertahanan, alhasil AS Roma menjadi salah satu tim paling banyak mencetak gol musim lalu namun juga menjadi salah satu tim paling banyak kebobolan.

Analisis Lini Per Lini

Penjaga Gawang
Nama Morgan De Sanctis sudah tidak asing lagi untuk persepakbolaan Italia, eks pemain Udinese sudah merasakan asam garam nya kompetisi Serie-A. Usia yang tidak muda lagi membuatnya piawai mengatur pertahanan AS Roma, sikapnya yang sering meledak-ledak saat mengatur pertahanan pun membantu para pemain belakang untuk lebih sigap, kemampuan komunikasi ini lah yang menjadi keunggulan De Sanctis dibandingkan penjaga gawang AS Roma sebelumnya Marteen Setekelenburg. Stekelenburg terlihat kesulitan berkomunikasi dengan para bek AS Roma, bahasa menjadi pokok permasalahanya dalam 2 musim yang kurang baik di AS Roma.

Bek

Duet Leandro Castan dan Mehdi Benatia menjadi salah satu duet bek terbaik di Eropa musim ini, bisa di lihat dari rekor kebobolan AS Roma yang baru menyentuh angka 11 musim ini. Kedatangan Benatia seakan-akan sebagai soulmate sejati yang sangat cocok untuk Leandro Castan, Castan yang sudah lebih dahulu bergabung dengan AS Roma musim lalu mengalami musim yang kurang baik, duetnya bersama Nicolas Burdisso atau Marquinhos tidak berjalan baik, cara bermain Zeman yang frontal menyererang menjadi salah satu penyebab buruknya performa Castan musim lalu. Dari sisi sayap kanan ada nama Maicon yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, kemampuanya menusuk dari sayap menjadikan serangan Roma lebih hidup, Di sisi kiri di tempati oleh Federico Balzaretti, bermain cemerlang di awal musim dan mencetak goal di partai Derby Della Capitale kontra Lazio membuatnya kembali dipanggil Timnas Italia, namun sayang cedera parah menimpanya sehingga posisinya digantikan oleh Dodo, penampilan Dodo pun musim ini semakin menunjukan kemajuan, pemain muda asal Brazil tersebut terlihat lebih matang musim ini, dan cukup baik untuk menggantikan posisi Balzaretti di sisi bek kiri AS Roma.


Gelandang
Trio gelandang De Rossi-Pjanic-Strootman menjadi formasi paten pada musim ini, Karakter Daniele De Rossi yang lebih petarung dan lebih bertahan, dipadukan dengan keseimbangan menyerang dan bertahan dari Kevin Strootman, ditambah lagi dengan visi bermain yang cemerlang dari Miralem Pjanic menjadikan Trio gelandang ini tak tergantikan musim ini, mungkin hanya masalah cedera atau akumulasi yang membuat trio ini tidak di pasang Garcia, Akibat solidnya trio gelandang ini membuat nama-nama gelandang lain seperti Marquinho dan Bradley terpinnggirkan dan bahkan mereka berdua harus cabut dari AS Roma di bursa transfer musim dingin, Nama baru yang juga tidak kalah mentereng yaitu Radja Nainggolan yang di datangkan pada transfer musim dingin sebagai pelapis Trio De RossI-Pjanic,Strootman membuat kualitas gelandang AS Roma musim ini sangat kompetitif.





Penyerang

Sang pangeran Roma sekaligus kapten kesebelasan Francesco Totti masih di andalkan AS Roma musim ini, usianya yang sudah menginjak 37 tahun tidak membuatnya terpinggirkan dari skuad, bahkan kehadiranya masih sangat berpengaruh untuk performa tim, bahkan pelatih timnas Italia mengisyaratkan akan membawa Totti ke Piala Dunia 2014 jika kondisinya cukup fit. Totti musim ini di mainkan di posisi penyerang tengah, walaupun kenyataanya di lapangan Totti bermain lebih ke belakang dan sering menyuplai bola kepada dua sayap AS Roma, Totti bagaikan penyerang hantu dilapangan, formasi ini terlihat sama seperti apa yang sering di gunakan timnas Spanyol, formasi ini lebih sering di kenal formasi false nine. Dari posisi winger terdapat nama Gervinho, Alesandro Florenzi, Adem Ljajic. Khusus untuk posisi winger kiri dan kanan mereka bertiga bergantian di starting line-up, Reuni yang terjadi antara Gervinho dan Garcia mengembalikan performa Gervinho seperti yang ditunjukanya saat masih berseragam Lille, Gervinho seakan terlahir kembali dari masa sulitnya di Arsenal, Rudi Garcia tahu betul bagaimana cara memaksimalkan potensi Gervinho sehingga membuatnya kembali tajam.


Secara keseluruhan skuad musim ini lebih kompetitif dari musim sebelumnya, tidak bermain di kompetisi Eropa pun menjadi salah satu keuntungan AS Roma musim ini sehingga bisa fokus pada kompetisi Domestik,  Target management pun berubah seiring prestasi cemerlang musim ini, AS Roma manargetkan Scudetto walaupun saat ini masih berada di posisi 2 di bawah Juventus dengan selisih 9 angka, namun tim masih percaya bahwa scudetto bukan hal yang mustahil untuk di dapat musim ini, musim depan menjadi musim yang sesungguhnya bagi AS Roma dimana hampir pasti mereka akan tampil kembali di kompetisi Eropa, dan kejayaan AS Roma pun sangat dirindukan suporter yang sudah haus gelar juara dimana terakhir kali AS Roma menjuarai Serie-A pada musim 2000/2001 lebih dari sedekade yang lalu. (Yuda)